
Sekolah Pascasarjana – Semangat kemerdekaan dan keberagaman budaya Indonesia mewarnai Gebyar Kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di halaman Vertical Garden Sekolah Pascasarjana UNS, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Gebyar Kebudayaan diikuti oleh seluruh unsur sivitas akademika Sekolah Pascasarjana UNS, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga tenaga cleaning service dan satuan pengamanan (satpam). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Salah satu kegiatan utama dalam Gebyar Kebudayaan adalah lomba menyanyi dengan mengenakan pakaian adat. Para peserta tidak hanya ditantang untuk menunjukkan kemampuan olah vokal, tetapi juga menampilkan identitas budaya melalui busana adat yang dikenakan. Keberagaman pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia menjadikan suasana perlombaan semakin semarak.
Sebanyak 12 peserta dari berbagai unsur sivitas akademika turut ambil bagian dalam lomba menyanyi. Mereka tampil membawakan lagu pilihan dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, sebagai berikut:



Prof. Dr.rer.nat. Sajidan, M.Si. – perwakilan Pimpinan, mengenakan Baju Adat Jawa, membawakan lagu Caping Gunung. Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si., CTMP., CIIQA – perwakilan S2 Ilmu Lingkungan, mengenakan Baju Adat Riau, membawakan lagu Gala-gala. Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, S.Si., M.Si., CTMP – perwakilan S3 Ilmu Lingkungan, mengenakan Baju Adat Kalimantan Timur, membawakan lagu Surat Cinta untuk Starla.



Ibu Haryani Saptaningtyas, S.P., M.Sc., Ph.D – perwakilan S3 Penyuluhan Pembangunan, mengenakan Baju Adat Sumba. Dr. Akbarudin Arif, S.S., M.A. – perwakilan S2 Penyuluhan Pembangunan, mengenakan Baju Adat Aceh, membawakan lagu Let It Be Me. Bapak Ardi Wikanto, S.E., Ak., M.A.P. – perwakilan Nonakademik, mengenakan Baju Adat Sunda, membawakan lagu Widuri.



Ibu Lucida Rectavia, S.P. – perwakilan Akademik, mengenakan Baju Adat Lampung, membawakan lagu Jangan Salah Menilai. Bapak Rudi – perwakilan Satpam, mengenakan Baju Adat Jawa, membawakan lagu Pujaningsih. Bapak Kintung – perwakilan Cleaning Service, mengenakan Baju Adat Jawa, membawakan lagu Sepasang Mata Bola.



Ibu Hana Bougern – perwakilan Mahasiswa Internasional, mengenakan Baju Adat Aljazair, membawakan lagu C’est la vie. Ibu Lindia Thien Rahma – perwakilan Mahasiswa, mengenakan Baju Adat Jawa, membawakan lagu Tak Kan Terganti. Bapak Aris – perwakilan Mahasiswa, mengenakan Baju Adat Palembang, membawakan lagu Nenekku Pahlawanku.


Untuk memberikan penilaian terhadap penampilan para peserta, lomba menyanyi menghadirkan dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki kompetensi di bidangnya. Dewan juri terdiri atas:
- Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si., perwakilan dari Program Studi Ilmu Lingkungan.
- Dr. Ir. Rhina Uchyani Fajarningsih, M.S., perwakilan dari Program Studi Penyuluhan Pembangunan.
- Bambang Priyambodo, peraih Juara II dalam lomba menyanyi tingkat universitas.
Ketiga juri tersebut memberikan penilaian terhadap aspek vokal, penghayatan, penampilan, serta kesesuaian peserta dalam membawakan lagu dan menampilkan pakaian adat.

Gebyar Kebudayaan Sekolah Pascasarjana UNS menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan melalui keberagaman budaya dan kebersamaan. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, cleaning service, hingga satpam berbaur dalam satu kegiatan dan menikmati rangkaian acara secara bersama-sama.
Penggunaan pakaian adat dalam lomba menyanyi turut menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mempersatukan. Berbagai pakaian adat dari Riau, Kalimantan Timur, Sumba, Sunda, Jawa, Aceh, Lampung, Palembang, hingga Aljazair tampil dalam satu panggung dalam semangat persatuan dan kebinekaan.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UNS tidak hanya memperingati Hari Kemerdekaan dengan suasana penuh kegembiraan, tetapi juga meneguhkan nilai gotong royong, kebersamaan, sportivitas, penghargaan terhadap keberagaman, dan kecintaan terhadap budaya.
