Matangkan Dokumen dan Kesiapan Tim, S2 Ilmu Gizi FK UNS Gelar Lokakarya Akreditasi

Program Studi S2 Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) menyelenggarakan Lokakarya Persiapan Akreditasi pada Rabu, 30 September 2026, di Gedung A Fakultas Kedokteran UNS. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam mempersiapkan proses akreditasi melalui penelaahan dokumen, pemberian umpan balik, dan penguatan dalam berbagai aspek yang menjadi bagian dari kriteria akreditasi.

Kegiatan diawali dengan pengantar dari Ketua Program Studi S2 Ilmu Gizi FK UNS yang diwakili oleh Kusmadewi Eka Damayanti, dr., M.Gizi kemudian dilanjutkan dengan pengarahan sekaligus pembukaan dari Dekan Fakultas Kedokteran , Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K).

Lokakarya menghadirkan Dr. A. Fahmy Arif Tsani, S.Gz., Dietisien., M.Sc., dosen Universitas Diponegoro yang juga merupakan Pengurus Pusat AIPGI, sebagai narasumber. Sesi inti lokakarya diarahkan pada pembahasan delapan kriteria akreditasi yang dibagi menjadi dua sesi. Pembahasan kriteria satu hingga empat dilaksanakan pada sesi pertama, kemudian dilanjutkan dengan kriteria lima sampai delapan. Setiap sesi turut memberikan ruang bagi tim borang untuk memperoleh feedback sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan persiapan akreditasi

Pembahasan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mencermat kembali kesiapan masing-masing kriteria sekaligus mendiskusikan berbagai bagian yang masih memerlukan penguatan. Diskusi bersama narasumber memberikan masukan bagi tim dalam menyempurnakan persiapan dokumen dan bukti pendukung akreditasi.

Rangkaian lokakarya kemudian ditutup kembali dengan rangkuman hasil pembahasan dan rekomendasi tindak lanjut oleh Kusmadewi Eka Damayanti, dr., M.Gizi. Hasil pembahasan selama lokakarya menjadi bahan tindak lanjut bagi tim dalam mematangkan berbagai aspek persiapan akreditasi Prodi S2 Ilmu Gizi FK UNS.

Teknologi Mendekatkan, Ahli Gizi Mendampingi : Magister Ilmu Gizi FK UNS Kupas Konseling Gizi Digital

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertema Personalized Digital Nutrition Intervention : Pengalaman Mengembangkan Layanan Konseling Gizi Online pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting ini menghadirkan salah satu alumni, Tri Hidayat, S.Gz., M.Gz., RD., AIFO, seorang dietisien sekaligus praktisi konseling gizi di RSUD Landak, sebagai narasumber. Kuliah tamu ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan gizi serta memberikan gambaran tentang pengembangan layanan konseling gizi online yang berorientasi pada kebutuhan individu.

Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi tenaga gizi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Media sosial dan berbagai platform komunikasi daring kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan pendampingan gizi. Kondisi ini menuntut ahli gizi untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadirkan layanan yang mudah diakses, berbasis bukti ilmiah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pemaparan materinya, narasumber Tri Hidayat membahas peran media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus media untuk membangun citra professional seorang ahli gizi. Narasumber menekankan pentingnya personal branding agar tenaga gizi dapat memperkenalkan kompetensi, membangun kepercayaan publik, serta memperluas jejaring professional. Penyampaian informasi gizi juga perlu dikemas secara menarik, autentik, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketepatan informasi ilmiah. Sebagai contoh, hasil penelitian gizi dapat diolah menjadi konten edukasi yang relevan dengan kebiasaan makan sehari-hari sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Selain membahas pemanfaatan media sosial, narasumber memperkenalkan konsep personalized digital nutrition intervention, yaitu pendekatan pelayanan gizi yang menyesuaikan rekomendasi dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, kebiasaan, dan tujuan setiap individu melalui platform digital. Sebagai gambaran penerapannya, Tri Hidayat membagikan pengalaman mengembangkan Nutrivio, layanan konseling gizi online yang menyediakan pendampingan mulai dari asesmen gizi, konsultasi, penyusunan rencana makan (meal plan), hingga pemantauan perkembangan klien. Layanan ini mengedepankan rekomendasi yang realistis dan fleksibel agar klien dapat menerapkan pola makan sehat secara berkelanjutan.

Salah satu hal yang ditekankan dalam kuliah tamu ini adalah pentingnya pendampingan yang konsisten. Konseling gizi tidak hanya berhenti pada pemberian rencana makan, tetapi juga mencakup komunikasi, motivasi, monitoring, dan evaluasi yang disesuaikan dengan perkembangan klien. Meskipun teknologi mempermudah akses layanan, kompetensi profesional ahli gizi tetap menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang tepat.

Pembahasan mengenai konseling gizi online memberikan perspektif baru bagi mahasiswa magister Ilmu Gizi FK UNS mengenai peluang pengembangan pelayanan gizi di era digital. Selain kemampuan memberikan asuhan gizi, mahasiswa perlu memahami strategi komunikasi kesehatan, pemanfaatan media digital, serta pengembangan layanan yang tetap mengedepankan profesionalisme dan pendekatan berbasis bukti ilmiah.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengintergrasikan pengetahuan gizi dengan inovasi pelayanan kesehatan. Pemanfaatan platform digital secara tepat dapat menjadi peluang untuk menghadirkan layanan konseling gizi yang lebih personal, fleksibel, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran ahli gizi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Belajar dari Praktik, Bertumbuh dari Pengalaman: Penutupan PKL Klinik Mahasiswa Magister Ilmu Gizi FK UNS di RSUD Dr. Moewardi

 

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan penutupan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Klinik di RSUD Dr. Moewardi pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00 WIB di Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi dan dihadiri oleh sebelas mahasiwa Magister Ilmu Gizi FK UNS, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK., selaku Kepala Program Studi Magister Ilmu Gizi, serta empat pembimbing lapangan, yaitu Wiwik Ekorinawati, S.Gz., M.Gz., RD,  Ahmad Farudin, SKM., M.Si., RD Amelya Aughustina Ayusari, dr., M.Gizi., Sp.GK., dan Indrawati, dr., Sp.GK.

Kegiatan penutupan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian PKL Klinik mahasiswa Magister Ilmu Gizi Minat Gizi Klinis FK UNS di RSUD Dr. Moewardi. Selama menjalani PKL, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik pelayanan gizi di rumah sakit. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami proses pelayanan gizi klinik serta penerapan asuhan gizi pada pasien dengan berbagai kondisi penyakit.

Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai aspek teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai kondisi pasien di lingkungan rumah sakit. Mahasiswa belajar melakukan pengkajian masalah gizi, memahami kondisi klinis dan kebutuhan gizi pasien, menyusun intervensi gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan pasien. Selain itu, mahasiswa berkesempatan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pertimbangan berdasarkan kondisi pasien, dan memahami pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan lain dalam mendukung proses perawatan.

Dalam kegiatan penutupan, mahasiswa bersama Kepala Program Studi dan para pembimbing lapangan melakukan refleksi terhadap pelaksanaan PKL yang telah berlangsung. Berbagai pengalaman, evaluasi, serta pembelajaran selama praktik menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa menjadi pelayanan gizi di rumah sakit. Para pembimbing lapangan juga memberikan arahan dan masukan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi di bidang gizi klinik.

Pengalaman PKL di RSUD Dr. Moewardi diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Magister Ilmu Gizi FK UNS dalam mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan keterampilan praktik di lapangan. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang gizi klinik, sekaligus menjadi bekal dalam menjalankan peran profesional di bidang gizi dan pelayanan kesehatan.

Serah Terima Mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS Peminatan Clinical Nutrition di RSUD Dr. Moewardi

Surakarta, 8 Mei 2026 — Program Studi Magister Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan serah terima mahasiswa S2 Ilmu Gizi peminatan Clinical Nutrition di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa sebelum mengikuti rangkaian praktik lapangan di lingkungan rumah sakit. Sebanyak 11 mahasiswa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran klinik yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik pelayanan gizi secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Program Studi S2 Ilmu Gizi UNS, Dr. Budiyanti Wiboworini, dr., M.Kes., Sp.GK. Clinical Instructor atau CI dari Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi juga turut hadir, yaitu Ibu Martini, S.Gz, Ibu Wiwik Ekorinawati, M.Gz., RD, Ibu Soeharlina, AMG, RD, serta Ibu Fadzillah, S.Gz.

Pertemuan ini diawali dengan kegiatan penerimaan dan pengenalan mahasiswa kepada pihak Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh arahan awal mengenai lingkungan praktik, tata tertib, serta gambaran umum pelaksanaan kegiatan selama berada di rumah sakit. Arahan ini diberikan agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan sistem kerja rumah sakit yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan profesionalitas.

Mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai struktur organisasi Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran tentang pembagian tugas, alur koordinasi, serta peran masing-masing bagian dalam mendukung pelayanan gizi rumah sakit. Pemahaman terhadap struktur organisasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu memahami posisi dan peran tenaga gizi dalam sistem pelayanan kesehatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan orientasi pelaksanaan manajemen penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi secara langsung. Mahasiswa diperkenalkan pada proses pengelolaan makanan rumah sakit, mulai dari perencanaan menu, pemesanan bahan makanan, penerimaan bahan, persiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada pasien secara singkat. Orientasi ini memberikan pengalaman awal bagi mahasiswa untuk melihat keterkaitan antara teori manajemen penyelenggaraan makanan dengan praktik nyata di lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian informasi terkait tata pelaksanaan produksi dan pemesanan makanan di Instalasi Gizi RSUD Dr. Moewardi. Informasi ini menjadi pedoman awal bagi mahasiswa dalam mengikuti praktik, khususnya dalam memahami alur kerja produksi makanan, sistem pemesanan diet pasien, serta standar pelayanan yang diterapkan di rumah sakit.

Melalui kegiatan serah terima ini, mahasiswa S2 Ilmu Gizi UNS peminatan Clinical Nutrition diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan profesional di bidang gizi klinik. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan kerja sama antara Program Studi Magister Ilmu Gizi UNS dan RSUD Dr. Moewardi dalam mendukung pendidikan berbasis praktik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang gizi.

Serah Terima dan Pembekalan PKL Mahasiswa Magister Ilmu Gizi UNS Minat Komunitas di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Minat Komunitas Angkatan 2025/2026 memulai kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pemahaman langsung dalam memahami pelaksanaan program gizi dan kesehatan masyarakat di tingkat daerah yang akan berlangsung selama satu bulan.

 

Kegiatan serah terima mahasiswa PKL berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Boyolali, dihadiri oleh dr. Rita Indrihastuti (Kabid Sumber Daya Kesehatan); Santi Dewi Emawati, S.SiT., M.Kes (Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat)  dan Anis Eko Widiyarti, S.Psi (Kasi Sumber Daya Manusia Kesehatan) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali; Dosen Pembimbing serta 15 Mahasiswa Magister Ilmu Gizi UNS. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa secara resmi diterima untuk menjalankan praktik lapangan sesuai dengan ruang lingkup pembelajaran serta program gizi dan kesehatan di wilayah Kabupaten Boyolali. Pada tahun ini lokasi pengambilan data dan kegiatan ditempatkan di Puskesmas Sambi, Puskesmas Sawit, Puskesmas Banyudono I dan Puskesmas Cepogo.

Dalam sambutannya, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyampaikan bahwa pelaksanaan PKL diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat program kesehatan, khususnya gizi masyarakat. Mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami permasalahan gizi yang terjadi di lapangan, serta memberikan kontribusi melalui analisis dan inovasi program yang dapat mendukung pelaksanaan program kesehatan di Kabupaten Boyolali. Program yang dikembangkan selama PKL diharapkan dapat menyasar kelompok lansia. Hal ini karena lansia merupakan salah satu kelompok rentan mengalami masalah gizi dan mengalami penyakit tidak menular dan belum banyak mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan intervensi gizi masyarakat. Sementara program intervensi untuk balita dan ibu hamil sudah cukup banyak dilakukan. Selain kegiatan serah terima, mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai gambaran umum kondisi masalah gizi serta program gizi setiap wilayah. Materi pembekalan tersebut disampaikan langsung oleh setiap nutrisionis dari setiap puskesmas.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Ilmu Gizi UNS menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupatun Boyolali atas kesediaanya menerima mahasiswa untuk melaksanakan PKL. Kegiatan ini dinilai penting sebagai bentuk kolaborasi antara institusi pendidikan dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang gizi dan kesehatan masyarakat. Melalui pelaksanaan PKL ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman nyata dalam mengamati, menganalisis dan memahami implementasi program gizi di masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat merangcang inovasi program intervensi gizi yang ditujukan kepada kelompok sasaran prioritas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dan Prodi Studi Magister Ilmu Gizi Universitas Sebelas Maret, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Dukung Penguatan Kompetensi Mahasiswa, Magister Ilmu Gizi FK UNS Gelar Kuliah Tamu seputar Hospital Malnutrition

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertema Hospital Malnutrition pada Senin, 30 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Luciana B. Sutanto, M.S., Sp.GK., Subsp.PK sebagai narasumber dan diikuti oleh 40 mahasiswa dan alumni Magister Ilmu Gizi FK UNS. Kuliah tamu ini diselenggarakan untuk menambah wawasan mahasiswa dan memperkuat pemahaman di bidang gizi klinik. Tema Hospital Malnutrition dipilih karena masalah gizi pada pasien rumah sakit masih sering terjadi dan dapat memengaruhi proses pemulihan, lama perawatan, efektivitas terapi, serta mutu pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga diajak untuk memahami bahwa penanganan gizi bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari perawatan pasien.

Dalam pemaparannya, dr. Luciana menjelaskan bahwa malnutrisi di rumah sakit tidak hanya terjadi karena pasien makan terlalu sedikit. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh penyakit yang diderita, adanya peradangan, penurunan massa otot, dan kondisi tubuh pasien yang semakin lemah selama perawatan. Oleh karena itu, malnutrisi perlu dikenali sejak awal agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat.

Peserta mendapatkan penjelasan tentang langkah-langkah penting dalam penanganan malnutrisi di rumah sakit, mulai dari skrining risiko gizi, asesmen status gizi, hingga pemberian intervensi nutrisi yang sesuai dengan kondisi pasien. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan beberapa alat skrining gizi, seperti NRS-2002, MUST, MST, dan pendekatan diagnosis berbasis GLIM. Materi ini membantu peserta memahami bahwa pelayanan gizi klinik harus dilakukan secara terstruktur dan berdasarkan kondisi pasien secara menyeluruh.

Selain membahas malnutrisi di rumah sakit, dr. Luciana juga mengulas nutrisi enteral dan sarkopenia. Nutrisi enteral dijelaskan sebagai metode pemberian gizi yang diutamakan jika saluran cerna pasien masih dapat bekerja dengan baik, terutama bagi pasien yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizinya melalui makan biasa. Di sisi lain, sarkopenia dijelaskan sebagai kondisi menurunnya massa dan kekuatan otot yang tidak hanya dialami oleh lansia, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Untuk mencegah kondisi tersebut, diperlukan aktivitas fisik yang rutin, pola makan dengan gizi seimbang, dan penerapan gaya hidup sehat.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta aktif mengikuti diskusi dan tanya jawab, terutama saat membahas skrining gizi pada pasien kritis dan tantangan penggunaan nutrisi enteral di rumah sakit. Diskusi menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa Magister Ilmu Gizi, khususnya pada ranah gizi klinik dan pelayanan rumah sakit. Interaksi antara narasumber dan peserta juga membuka ruang bertukar gagasan, pengalaman, serta refleksi terhadap tantangan pelayanan gizi di fasilitas kesehatan.

Kuliah tamu ini memberi manfaat yang besar bagi peserta karena tidak hanya menambah pengetahuan teori, tetapi juga membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu gizi dalam praktik klinik. Selain itu, mahasiswa semakin memahami hubungan antara status gizi pasien dengan proses penyembuhan, lama rawat inap, dan kualitas pelayanan kesehatan, serta mendorong mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih siap menghadapi dunia praktik profesional di bidang gizi klinik.

Siapkan Generasi Emas 2045: S2 Ilmu Gizi UNS Gelar Webinar Nasional Angkat Isu Gizi Seimbang hingga Ancaman Ultra Processed Food

Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Gizi Angkatan 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) telah menyelenggarakan Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional dan Dies Natalis pada Sabtu, 14 Februari 2026, pukul 08.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan mengusung tema “Membangun Generasi Emas 2045 yang Sehat dan Produktif dengan Gizi Optimal” dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, meliputi mahasiswa, tenaga kesehatan, dosen, serta masyarakat umum.

Webinar ini dilatarbelakangi oleh tantangan gizi yang semakin kompleks di Indonesia, khususnya peningkatan konsumsi ultra processed food (UPF) serta masih rendahnya penerapan prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap munculnya inflamasi kronik tingkat rendah, gangguan metabolik, dan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular pada usia remaja dan dewasa muda. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas dan produktivitas generasi masa depan.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara hebat yaitu Ibu Kartika Pibriyanti, S.K.M., M.Gizi., Dosen Universitas Darussalam Gontor, sebagai pemateri pertama yang membahas terkait peran gizi seimbang dalam membentuk tubuh yang sehat, bugar, dan produktif, dengan penekanan pada pentingnya keberagaman pangan, kecukupan zat gizi dan keseimbangan antara asupan makan dan aktivitas fisik. Adapun pembicara hebat lainnya, Bapak Dandi Sanjaya, S.Tr.Gz, M.Gz, Dosen Universitas Medika Suherman, sebagai pemateri kedua yang mengulas dampak konsumsi UPF terhadap kesehatan, termasuk hubungannya dengan inflamasi kronik dan risiko early onset penyakit tidak menular. Kedua materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Setelah pemaparan materi, dibuka sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Untuk memperkuat pesan edukasi, panitia turut melakukan sesi quiz interaktif dengan peserta. Sesi kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang kuis dan penanya terbaik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Gizi UNS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi optimal sebagai investasi jangka panjang. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku makan menuju pola konsumsi yang lebih sehat sehingga dapat mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.