
Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu bertema Personalized Digital Nutrition Intervention : Pengalaman Mengembangkan Layanan Konseling Gizi Online pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting ini menghadirkan salah satu alumni, Tri Hidayat, S.Gz., M.Gz., RD., AIFO, seorang dietisien sekaligus praktisi konseling gizi di RSUD Landak, sebagai narasumber. Kuliah tamu ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan gizi serta memberikan gambaran tentang pengembangan layanan konseling gizi online yang berorientasi pada kebutuhan individu.
Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi tenaga gizi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Media sosial dan berbagai platform komunikasi daring kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan pendampingan gizi. Kondisi ini menuntut ahli gizi untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadirkan layanan yang mudah diakses, berbasis bukti ilmiah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pemaparan materinya, narasumber Tri Hidayat membahas peran media sosial sebagai sarana edukasi sekaligus media untuk membangun citra professional seorang ahli gizi. Narasumber menekankan pentingnya personal branding agar tenaga gizi dapat memperkenalkan kompetensi, membangun kepercayaan publik, serta memperluas jejaring professional. Penyampaian informasi gizi juga perlu dikemas secara menarik, autentik, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketepatan informasi ilmiah. Sebagai contoh, hasil penelitian gizi dapat diolah menjadi konten edukasi yang relevan dengan kebiasaan makan sehari-hari sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Selain membahas pemanfaatan media sosial, narasumber memperkenalkan konsep personalized digital nutrition intervention, yaitu pendekatan pelayanan gizi yang menyesuaikan rekomendasi dengan kondisi kesehatan, kebutuhan, kebiasaan, dan tujuan setiap individu melalui platform digital. Sebagai gambaran penerapannya, Tri Hidayat membagikan pengalaman mengembangkan Nutrivio, layanan konseling gizi online yang menyediakan pendampingan mulai dari asesmen gizi, konsultasi, penyusunan rencana makan (meal plan), hingga pemantauan perkembangan klien. Layanan ini mengedepankan rekomendasi yang realistis dan fleksibel agar klien dapat menerapkan pola makan sehat secara berkelanjutan.
Salah satu hal yang ditekankan dalam kuliah tamu ini adalah pentingnya pendampingan yang konsisten. Konseling gizi tidak hanya berhenti pada pemberian rencana makan, tetapi juga mencakup komunikasi, motivasi, monitoring, dan evaluasi yang disesuaikan dengan perkembangan klien. Meskipun teknologi mempermudah akses layanan, kompetensi profesional ahli gizi tetap menjadi dasar dalam menentukan intervensi yang tepat.
Pembahasan mengenai konseling gizi online memberikan perspektif baru bagi mahasiswa magister Ilmu Gizi FK UNS mengenai peluang pengembangan pelayanan gizi di era digital. Selain kemampuan memberikan asuhan gizi, mahasiswa perlu memahami strategi komunikasi kesehatan, pemanfaatan media digital, serta pengembangan layanan yang tetap mengedepankan profesionalisme dan pendekatan berbasis bukti ilmiah.
Kuliah tamu ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu mengintergrasikan pengetahuan gizi dengan inovasi pelayanan kesehatan. Pemanfaatan platform digital secara tepat dapat menjadi peluang untuk menghadirkan layanan konseling gizi yang lebih personal, fleksibel, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran ahli gizi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.


