Pembangunan kesehatan merupakan investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Salah satu komponen terpenting yaitu terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) termasuk didalamnya pemenuhan gizi pada usia remaja. Jika terjadi masalah gizi pada remaja akan berdampak terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, kinerja yang berdampak terhadap kehidupan dikemudian hari. Oleh karena itu, dalam memeriahkan Hari Gizi Nasional yang ke 61 pada tanggal 25 Januari Tahun 2021. Hari Gizi Nasional mengusung tema yang berjudul “Remaja Sehat, Bebas Anemia, Gizi Seimbang, Remaja Kuat, Indonesia Kuat”.
Launching Kampus Sehat UNS (2019)
Kampus Sehat UNS merujuk pada WHO (World Health Organization) pada tahun 1998 yang memperkenalkan konsep Health Promoting University, dimana merupakan salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis. Melihat manfaat dari dikembangkannya konsep Healthy University, Kementerian Kesehatan membuat terobosan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada kelompok usia produktif di lingkungan perguruan tinggi yang disebut dengan Program Kampus Sehat.
Asian Congress of Nutrition (ACN) 2019
Perhimpunan Pangan dan Gizi Indonesia (PERGIZI PANGAN Indonesia) dan Federation of Asian Nutrition Societies (FANS) mengadakan kegiatan Asian Congress of Nutrition (ACN) yang diadakan pada tanggal 4-7 Agustus (Minggu hingga Rabu), 2019 di Bali International Convention Center di Bali – Indonesia.
Tema dari kegiatan ACN adalah “Nutrition and Food Innovation for Sustained Well-Being”. Tujuan dari kongres ini adalah untuk mempromosikan nutrisi dan inovasi makanan dan untuk mendorong pertukaran ilmiah antara peneliti dan profesional makanan, nutrisi dan kesehatan di Asia dan di seluruh dunia. ACN juga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti khususnya di bidang gizi untuk bertemu dan berdiskusi dengan para peneliti hebat dan pemimpin hebat di dunia nutrisi. Ilmuwan gizi dan pangan harus mempertimbangkan interaksi antara pangan, kesehatan, lingkungan dan kondisi sosial ekonomi.
