MAGITALK SERI #2 (MAGISTER GIZI TALKSHOW)

Makan Nyaman bagi Penderita Masalah Lambung yang Berpuasa

UNS – Kamis (14/4)

MAGITALK kembali mengadakan edukasi gizi dan pada Seri 2 ini mengangkat tema “Gizi dan Kesehatan Lambung Selama Berpuasa”. MAGITALK Seri 2 mengahadirkan Lara Ayu Lestari, S.Gz., M.Gz, dosen gizi Universitas Aisyah Pringsewu dan Ika Mukti Virgiyanti, SST., RD, mahasiswa Pascasarjana Gizi UNS yang juga seorang dietition. Kedua narasumber berbagi pengetahuan seputar asupan dan masalah lambung, serta tips untuk penderita lambung yang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini dibuka oleh ketua panitia Nyono Dedi Prabowo dan dipandu oleh Diah Sekar Haruni sebagai MC. Kegiatan ini dilakukan selama 1 jam dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat melalui zoom.

Materi yang disampaikan oleh Lara Ayu Lestari adalah terkait mitos dan fakta terkait asupan makanan dan masalah lambung. Konsumsi kopi, teh dan coklat tidak baik untuk penderita masalah lambung merupakan salah satu fakta, karena bahan-bahan tersebut mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi asam lambung dan dapat memperparah keadaan penderita yang sedang mengalami serangan. Fakta lainnya yaitu konsumsi kunyit dapat meredakan dispepsia karena kandungan kurkumin di dalamnya. Kurkumin dapat mengurangi produksi asam lambung dan melapisi dinding lambung sehingga membantu menyembuhkan bagian yang meradang/luka.

Ika Mukti Virgiyanti juga membagikan tata cara atau pengaturan asupan makanan dan zat gizi bagi pasien dengan masalah lambung, apa yang baik atau yang sebaiknya dihindari oleh penderita masalah lambung yang ingin berpuasa. Orang dengan masalah lambung yang melaksanakan puasa sebaiknya makan dengan porsi kecil tapi sering, dari sejak buka puasa, setelah sholat maghrib, setelah shalat tarawih, saat sahur dan menjelang imsak. Indikator untuk mengenali porsi kecil adalah konsumsi sesuatu tidak sampai terlalu kenyang. Penderita lambung juga disarankan mengkonsumsi makanan tinggi asam lemak omega 3 dan 6 (sebagai anti radang), makanan fermentasi, konsumsi makanan lembek dan mudah di cerna, atau mengunyah makanan hingga halus supaya meringankan kerja lambung dan tidak dianjurkan makan makanan mentah atau berbumbu tajam. Selain manajemen asupan makan, orang dengan masalah lambung juga harus menerapkan manajemen perilaku, yaitu berhenti merokok dan kelola stres.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi penderita masalah lambung yang menjalankan puasa sehingga dapat memilih dan mengatur asupan makan yang aman dan nyaman bagi lambung. Kegiatan seri 3 akan dilaksanakan pada tanggal 21 April 2022, dengan tema obesitas. Informasi terkait narasumber, waktu kegiatan dan meeting ID dapat dilihat di flyer di bawah ini. Sampai bertemu di edukasi gizi seri selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *